Sabtu, 26 Desember 2020

My Friend My Motivator

 


     Ia adalah seorang perempuan yang cantik dan baik hati, ia adalah temanku. Windy  namanya, terkadang aku memanggilnya Mbak Win, namun sebenarnya ia memiliki nama panjang Windy Astary. Orang-orang selalu salah fokus dengan matanya yang menyipit saat sedang tertawa. Windy lahir pada tanggal 14 mei 2001 di sebuah desa yang damai, desa Tanjung Bunga namanya. Dengan tinggi badan 158 cm dan berat badan 48 kg, ia adalah buah dari pernikahan Bapak Karjo Haryadi  dan Ibu Asryda Wati. Memiliki darah campuran yaitu dayak-melayu. Satu-satunya anak perempuan dari tiga bersaudara membuatnya istimewa di dalam keluarga. Hidup di tengah keluarga yang mengedepankan pendidikan membuatnya tumbuh menjadi anak yang memiliki sejuta harapan. 

     Dimasa kecil, Windy tidak berbeda seperti anak-anak pada umumnya, ia sering mengisi waktu dengan bermain bersama teman-teman. Hal yang paling ia sukai adalah bermain di sungai. Ia mencari tempat yang paling tinggi untuk lompat ke dalam sungai tersebut. 

        Di lain waktu, biasanya ia suka bermain layang-layang buatan sendiri. Di sisi lain, ia juga gemar membaca dan menulis, menjadi Penulis adalah cita-citanya sejak kecil. 

     Windy memulai pendidikan di bangku pendidikan Anak Usia Dini Bunga Harapan Tanjung Bunga pada tahun 2005, lalu melanjutkan pendidikannya di Sekolah Dasar Negeri 06 Tanjung Bunga. Setelah lulus Sekolah Dasar di Tanjung Bunga, ia memutuskan menempuh pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Raudhah Islamiyah Anjungan. Ketika menempuh pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Raudhah Islamiyah Anjungan, ia sering diberi kepercayaan oleh gurunya untuk menghandle urusan di asrama. Kemudian setelah lulus dari Madrasah Tsanawiyah Raudhah Islamiyah Anjungan, ia melanjutkan pendidikannya di Madrasah Aliyah Swasta Ushuluddin Singkawang. Disinilah aku pertama kali bertemu dengannya. Aku mengenalnya sebagai sosok yang baik, ramah, lembut, dan suka membantu teman yang dalam kesusahan terutama masalah pelajaran. Dia memang anak yang pintar, ini adalah hasil disiplin ilmu yang di terapkan oleh orang tuanya di lingkungan keluarga sejak ia masih kecil. Itu terbukti setiap semester ia selalu mendapatkan peringkat di kelas. 

     Yang paling aku sukai darinya adalah cara ia berbicara di depan orang banyak. Dia selalu membuat kagum semua orang dengan kata-kata yang dia gunakan saat berbicara di khalayak ramai. Inilah hasil dari salah satu hobinya yaitu gemar membaca. Selain itu, yang membuatku nyaman berteman dengannya, ia adalah sosok teman yang selalu welcome dengan curhatanku, mengingatkanku untuk selalu berbuat kebaikan, menegurku saat aku berbuat salah, dan tidak hanya di itu ia selalu memberiku semangat untuk menjalani hidup. Bahkan saat aku terpuruk sekalipun, ia selalu men-support-ku untuk terus bangkit. Ada masa dimana aku mendapatkan nasehat dari dirinya. Dia selalu mengatakan “Yakinlah bahwa hidupmu adalah yang terbaik untukmu, jika menginginkan sesuatu maka bershalawatlah, lalu  perbesar kesabaranmu.” Di lain waktu juga ia pernah mengingatkanku untuk selalu bersedekah walaupun pada masa kita dalam kesulitan, karena itulah saat yang tepat untuk berbagi.

     Sama seperti saat menempuh pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Raudhah Islamiyah Anjungan, di Madrasah Aliyah Ushuluddin Singkawang, ia mukim di pondok. Ia sangat jarang pulang ke kampung halaman karena jauhnya jarak pondok ke rumahnya. Biasanya, ia menghabiskan waktu liburan bersama beberapa santriwati lainnya di pondok dengan membantu-bantu pengurus pondok jika diperlukan. Ibunya selalu menahan rindu dengan anaknya itu. Sesekali Ibunya menelfon untuk sekedar menanyakan kabar. Windy sangat menyayangi Ibunya karena dimata Windy, Ibunya merupakan sosok yang sabar, telaten, ikhlas, ridho, ceria dan inspirasi bahkan menurutnya kata-kata dunia tidak sempurna untuk melukiskan sosok Ibunya. Begitupun Ayahnya yang juga sangat ia sayangi. Sosok Ayah yang tegas, pintar, cerdas, cekatan  dan sangat kreatif mampu membuatnya menjadi panutan bagi Windy. Ayahnya juga seseorang yang pekerja keras, terkadang Ayahnya rela bermalam di gubuk kecil berukuran 2x1.2 m, yang tidak mampu menjaganya dari derasnya guyuran hujan dan dinginnya angin malam hanya untuk dapat mencukupi kehidupan keluarga.

  Lahir di keluarga yang kurang berkecukupan membuatnya pernah merasakan hidup sederhana. Windy memang anak yang berbakti dan mandiri, sejak kecil ia pergi ke sawah untuk membantu orang tuanya menanam padi dan terkadang ia harus berjualan makanan ringan agar ia dan adiknya bisa jajan seperti anak-anak lainnya. Bahkan suatu hari kudapati saat ia mondok, ia pernah mengajar ngaji anak-anak di sekitar komplek pesantren untuk sekedar berbagi ilmu. Terkadang juga, ia bergadang untuk mengerjakan tugas-tugas orang lain, menyuci baju orang lain dan lain-lain. Hal itu di lakukan Windy untuk mendapatkan penghasilan. Uang yang tidak seberapa  itu membuatnya bersyukur, paling tidak ia sudah membantu meringankan beban orang tuanya. 

     Keterbatasan ekonomi dan di tambah lagi orang tuanya yang sering sakit-sakitan, menuntutnya berfikir bagaimana ia bisa melanjutkan pendidikan dengan tidak membebani orang tuanya. Ketika lulus dari Madrasah Aliyah Ushuluddin Singkawang, ia mencoba mendaftar Perguruan Tinggi dengan jalur beasiswa, tapi tampaknya Allah sudah mempersiapkan tempat lain yang lebih indah untuk ia belajar. Beberapa bulan di kampung halaman, ia hanya membantu pekerjaan orang tuanya. Sampai suatu hari ia di terima bekerja menjadi baby sitter di suatu keluarga. Bapak Feby Mosses Abdilah dan Ibu Vinky Cania Natasia adalah nama majikannya itu. Bapak Feby Mosses Abdilah berprofesi sebagai Tentara dengan pangkat Kapten yang bertugas di Yonkav 12 BC Peniti, Pontianak dan Ibu Vinky Cania Natasia dulunya berprofesi sebagai Staff Marketing di sebuah perusahan, sekarang sibuk mengurus rumah tangga dan terkadang mengurus organisasi yang di tekuni setelah menikah. Setiap hari Windy mengurus anak mereka yang masih kecil, Kennard Zaim Abdillah dan Hayfa Zeline Arsyana namanya. Mereka anak-anak yang lucu dan pintar. Bagi Windy bertemu dan bisa membantu mereka adalah hal luar biasa yang bisa ia sematkan sebagai motivator hidupnya. Banyak pelajaran hidup yang ia ambil, dari mulai belajar sabar, belajar menerima saran orang lain dan lain sebagainya. Windy percaya bahwa orang yang berbuat baik akan selalu Allah berikan orang-orang yang baik pula di sekelilingnya. Berat awalnya bagi Windy menerima takdir karena ini hal yang baru baginya, ia merasa takut tidak mampu menuntaskan hal yang baru di lakoninya. Tetapi, setelah di jalani dengan ikhlas, perlahan ia mulai beradaptasi. Ia sadar betul itu adalah nikmat Allah dan ia berusaha bersyukur kepada Allah. Di dalam hidupnya tidak hanya tentang kesenangan saja yang hadir, terkadang kesedihan silih berganti mendatanginya tetapi ia selalu kuat, ia hanya mencoba untuk sabar dan berdoa kepada Sang Pencipta di setiap sujudnya. 

     Sejauh itu Windy sangat bersyukur dengan nikmat yang telah Allah berikan kepadanya. Baginya itu semua adalah jawaban dari doa-doanya selama ini. Ia merasa tidak ada yang pantas untuk di keluh kesahkan dan tiada detik yang pantas ia nikmati tanpa rasa syukur. 

Sabtu, 21 November 2020

Analisis Bahasa Berdasarkan PUEBI dan KBBI

Dalam penulisan bahasa Indonesia harus berdasarkan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia(PUEBI) dan jika ingin menggunakan bahasa Asing , baiknya tulisan dimiringkan. 

Berikut adalah contoh gambar-gambar dengan penulisan bahasa Indonesia yang kurang tepat.

Lokasi gambar: Jln. Gunung Poteng

Waktu Pengambilan Gambar : 20 November 2020

Analisis:

Pada gambar tersebut terdapat penggunaan bahasa Asing, yakni Fresh, Free dan WIFI.

Berdasarkan PUEBI penulisan tersebut kurang tepat. Sebaiknya penulisan menggunakan bahasa Indonesia yakni Segar, Bebas, dan Waifai. Jika ingin menggunakan bahasa Asing, baiknya tulisan dimiringkan. 

Menjadi Fresh, Free dan Wifi.

Lokasi gambar: Jln. Raya Singkawang-Bengkayang

Waktu pengambilan gambar: 20 November 2020

Analisis:

Pada gambar tersebut terdapat penggunaan bahasa asing, yakni Accessories, Second Dan HP.

Berdasarkan PUEBI penulisan tersebut kurang tepat. Sebaiknya penulisan menggunakan bahasa Indonesia yakni Aksesoris, Bekas, Ponsel. Jika ingin menggunakan bahasa Asing, baiknya tulisan dimiringkan. 

Menjadi Accessories, Second dan Hp.

Lokasi gambar: Jln. Veteran

Waktu pengambilan gambar: 20 November 2020

Analisis: 

Pada gambar tersebut terdapat penggunaan bahasa asing, yakni Delicious, Drinks, Coffee, Hot, Call dan Ice.

Berdasarkan PUEBI penulisan tersebut kurang tepat. Sebaiknya penulisan menggunakan bahasa Indonesia yakni Lezat, Minuman, Kopi, Panas, Hubungi dan Es. Jika ingin menggunakan bahasa Asing, baiknya tulisan dimiringkan. 

Menjadi Drinks, Coffee, Hot, Cell dan Ice seperti tulisan Delicious pada gambar tersebut.

Lokasi gambar: Jln. Veteran

Waktu pengambilan gambar: 20 November 2020

Analisis: 

Pada gambar tersebut terdapat penggunaan bahasa asing, yakni Special, Fresh dan Milk.

Berdasarkan PUEBI penulisan tersebut kurang tepat. Sebaiknya penulisan menggunakan bahasa Indonesia yakni Spesial, Segar dan Susu. Jika ingin menggunakan bahasa Asing, baiknya tulisan dimiringkan. 

Menjadi Special, Fresh dan Milk.


Lokasi gambar: Kampung Baru II

Waktu pengambilan gambar: 20 November 2020

Analisis:

Pada gambar tersebut terdapat penggunaan bahasa Asing, yakni Corona.

Berdasarkan PUEBI penulisan tersebut kurang tepat. Sebaiknya penulisan menggunakan bahasa Indonesia yakni Korona. Jika ingin menggunakan bahasa Asing, baiknya tulisan dimiringkan. 

Menjadi Corona.



Senin, 02 November 2020

100 Kosakata Bahasa Ibu: Bahasa Jawa

     Senin, 02 November 2020

     Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kosakata Bahasa Jawa Kampung Baru II, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

1. Koe = Kamu

2. Pintu = Lawang

3. Meja = Meja

4. Klambi = Baju

5. Eneh = Lagi

6. Uwes = Sudah

7. Banyu = Air

8. Kloso = Tikar

9. Golek = Mencari

10. Seko = Dari

11. Ora = Tidak

12. Karo = Dengan

13. Ngopo = Kenapa

14. Iso = Bisa

15. Gelem = Mau

16. Talok = Bertanya

17. Jero = Dalam

18. Neng = Di

19. Duwe = Punya

20. Apik = Bagus

21. Kabeh = Semua

22. Angel = Susah

23. Lali = Lupa

24. Dino = Hari

25. Entok = Dapat

26. Seng = Yang

27. Lemah = Tanah

28. Sikel = Kaki

29. Udan = Hujan

30. Nyelok = Memanggil

31.. Akeh = Banyak

32. Isin = Malu

33. Irong = Hidung

34. Ma'em = Makan

35. Nge'i = Memberi

36. Turu = Tidur

37. Tangi = Bangun

38. Linggeh = Duduk

39. Enggeh = Iya

40. Kerjo = Kerja

41. Ngeleh = Lapar

42. Jendelo = Jendela

43. Sui = Lama

44. Mergo = Karena

45. Sitik = Sedikit

46. Nulong = Menolong

47. Pagi = Idul

48. Jogo = Jaga

49. Awan = Siang

50. Seneng = Suka

51. Kepie = Gimana

52. Gendeng = Gila

53. Watu = Batu

54. Ngombe = Makan

55. Wet = Pohon

56. Moto = Mata

57. Nyekel = Memegang

58. Kewan = Binatang

59. Soblok = Dandang

60. Godong = Daun

61. Biru = Belakang

62. Cilik = Kecil

63. Mudeng = Mengerti

64. Enek = Ada

65. Bengi = Malam

66. Dodol = Jualan

67. Numpak = Menaiki

68. Mlaku = Berjalan

69. Woh = Buah

70. Ireng = Hitam

71. Langgar = Mushola

72. Enteng = Ringan

73. Jukok = Mengambil

74. Kewalek = Terbalik

75. Ngelawan = Melawan

76. Maturnuwun = Terimakasih

77. Saiki = Sekarang

78. Pekso = Paksa

79. Piye = Gimana

80. Mugo = Semoga

81. Metu = Keluar

82. Duet = Uang

83. Haruse = Seharusnya

84. Engko = Nanti

85. Ados = Mandi

86. Diwe'i = Dikasi

87. Nek = Kalau

88. Ku'i = Itu

89. Seko = Dari

90. Kono = Disana

91. Ngarep = Depan

92. Melu = Ikut 

93. Dike'i = Diberi

94. Keren = Berenti

95. Gede = Besar

96.  Gowo = Membawa

97. Jenenge = Namanya

98. Gawe = Membuat

99. Anteng = Tenang

100. Delok = Melihat

     Hi Semuanya...

     Tulisan diatas itu adalah kumpulan kosakata bahasa jawa yang biasa aku pakai dalam sehari hari. Mungkin banyak yang bertanya kenapa anak Kalimantan bisa menggunakan bahasa jawa. Itu semua bisa terjadi karena aku lahir dari keluarga yang bersuku jawa dan bahasa yang pertama ibuku ajarkan adalah bahasa jawa. 

     Nahh karena aku berada dalam lingkungan yang mayoritas bukan orang jawa yang tidak menggunakan bahasa jawa pula jadi bahasa jawaku tidak begitu baik. Benar-benar hanya bahasa keseharian saja.

     Dalam pengumpulan kosakata yang diatas itu aku sedikit kesusahan karena keterbatasan kosakata yang aku tahu. Jadi aku berusaha bertanya pada ibuku dan keluarga ku yang lainnya.  Selain itu, aku juga membuka grup-grup keluarga yang menggunakan bahasa jawa lalu satu persatu ku ketik di laptopku.

     WallahulMuwafiq Ila Aqwamit Thariq.

 Wassalamu'alaikumWarahmatullah Wabarakatuh.

Minggu, 01 November 2020

Aku dan Kampungku: New Village II

November 2, 2020

Assalamualaikum semuanya...

     Hi kembali lagi blog kesayanganku. Di blog kali aku mau cerita tentang aku dan kampungku. Kalian yang udah baca blog aku yang pertama pasti udah tau tentang aku ya..
     Nahhh untuk teman-teman yang belum sempat membaca blog pertamaku tenang saja ya aku akan sedikit mengulang perkenalanku di blog ini ya…
     Namaku Tasbi Khatu Daimah. Aku lahir di salah satu kampung di kabupaten Bengkayang, tepatnya di Kampung Baru II atau biasa ku sebut New Village II ini. Sebuah kampung di ujung kabupaten, jauh dari nuansa kota yang dihuni 500 KK(kepala keluarga). Hidup  dengan beragam suku, budaya dan agama yang cukup membuktikan semboyan bangsa itu benar adanya. 
     Ok lanjut ya.. Masyarakat di kabupaten Bengkayang ini di dominasi oleh  masyarakat dayak yang beragama kristen, tetapi beda halnya dengan kampungku yang nyaris tidak ada suku dayak dan di dominasi oleh suku Jawa dan Melayu.
     Hampir 98% masyarakat di kampungku beragama islam. jadi setiap hari raya islam pasti ada perayaan. Contohnya yang lagi hangat-hangatnya sekarang itu perayaan maulud Nabi SAW. Kami merayakannya dengan menggelar acara di masjid-masjid secara bergantian. Acara itu diisi dengan  sholawatan-shalawatan atau yang akrab dengan sebutan “dibaaan” dan di tambah dengan ceramah dari pemuka agama.
     Kampungku memang belum terlalu maju. Akses jalan yang masih sulit masih menjadi PR dan tenunya pendidikan yang kurang baik sehingga m\enuntut anak-anak di kampungku menempuh pendidikan dengan keluar kampung bahkan keluar kota. Contohnya aku sendiri. Lulus dari sekolah dasar aku memilih untuk menempuh pendidikan di luar kota. Dari sekolah menengah pertama sampai sekolah menengah atas. Dan sekarang aku juga sedang melanjutkan studiku di luar kota. Jadi singkatnya  hidupku itu lebih banyak dihabiskan di luar kota dari pada di kampung kelahiran.
     Mayoritas masyarakat di kampungku berkerja sebagai petani. Baik petani karet, sawit maupun sayuran. Walaupun hanya bertani, alhamdulillah hasilnya bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat disini.
     Di kampung ku nyaris tidak ada destinasi wisata apapun. Yang ada hanya hamparan kebun sawit luas yang di kelola oleh sebuah perusahaan dan beberapa kebun sawit milik warga lainnya. Tetapi bukan berarti kampungku tidak pernah dikunjungi orang luar. Setiap hari orang-orang datang untuk mencari ikan di parit parit perkebunan sawit. Mereka datang dari sebelum subuh sampai menjelang maghrib. Dan tidak luput juga dari pandaganku dan membuatku tidak habis fikir. Mereka yang datang membawa makanan yang terbungkus rapi dalam kemasan lalu meninggalkan bungkus-bungkus itu dimana pun mereka kehendaki. Bukankah itu menunjukkan bahwa masih banyak orang-orang yang tidak cerdas di dunia ini??... Hmm.. Semoga mereka cepat mendapatkan kecerdasaannya ya.
     Oh ya di kampungku ini terdapat sebuah pesantren. Pesantren yang berdiri sejak belasan tahun yang lalu. Dan menariknya lagi pesantren ini di kelola oleh kyai yang berasal dari kampungku juga. Keren yaa… Walaupun belum sebesar pondok pesantren di luar sana tetapi Alhamdulillah pesantren nya masih aktif sampai sekarang. 
     Nah ini foto diambil dari ujung kampungku
     Cukup sampai disini blogku kali ini ya. Terimakasih telah meluangkan waktunya untuk membaca blog kesayanganku ini.

Wallahul Muwafiq Ila Aqwamit Thariq
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Senin, 26 Oktober 2020

Blog Pertamaku! Tentang Diriku


 Oktober 26, 2020

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

     Hi Semuanya. Apa kabar hari ini? Aku harap semua dalam keadaan baik baik saja ya. Dan semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT.

  Ini adalah postingan pertamaku. Di tulisan pertama ini aku akan memperkenalkan diriku.

  Baiklah, namaku Tasbi Khatu Daimah. Biasa di panggil Tasbi. Aku lahir di Kampung Baru II pada tanggal 11 juli 2001. Aku berasal dari Kampung Baru II, Kec. Monterado. Kab. Bengkayang. 

  Sahabat.. Aku adalah alumnus Madrasah Aliyah Ushuluddin kota Singkawang. Sejak Madrasah Tsanawiyah aku sudah terbiasa hidup jauh dari orang tua. Bisa dibilang merantau sejak kecil demi mencari ilmu. Aku mempunyai dua orang abang dan satu adik perempuan. Alhamdulillah kami semua mempunyai latar pendidikan agama yang baik karena orang tua kami selalu mengarahkan kami untuk belajar dalam lembaga pendidikan yang berbasis agama islam. 

    Di tahun 2019 aku lulus dari Madrasah Aliyah Ushuluddin kota Singkawang. Dan sekarang aku adalah mahasiswa semester 1 program studi pendidikan agama islam. Sebenarnya aku mahasiswa angkatan 2019 tetapi karena ada suatu hal jadi aku harus mengulang lagi di semester ini. Tapi sudah lah itu hanya masa lalu. Sekarang aku hanya ingin diberi kelancaran untuk melakukan perkuliahan dengan baik di semester ini dan di semester-semester selanjutnya. Aamiin

Nahh ini foto ku..


    Cukup disini perkenalan dariku  Semoga kedepannya kita bisa menjadi orang yang berguna bagi diri kita dan orang yang ada di sekeliling kita ya. Aamiin

  Sampai jumpa di blog selanjutnya. Terimakasih sudah bersedia meluangkan waktu membaca blog saya. 

Wallahul muwaffiq illa aqwamit thariq

Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.


  




My Friend My Motivator

       Ia adalah seorang perempuan yang cantik dan baik hati, ia adalah temanku. Windy  namanya, terkadang aku memanggilnya Mbak Win, namun ...