Sabtu, 21 November 2020

Analisis Bahasa Berdasarkan PUEBI dan KBBI

Dalam penulisan bahasa Indonesia harus berdasarkan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia(PUEBI) dan jika ingin menggunakan bahasa Asing , baiknya tulisan dimiringkan. 

Berikut adalah contoh gambar-gambar dengan penulisan bahasa Indonesia yang kurang tepat.

Lokasi gambar: Jln. Gunung Poteng

Waktu Pengambilan Gambar : 20 November 2020

Analisis:

Pada gambar tersebut terdapat penggunaan bahasa Asing, yakni Fresh, Free dan WIFI.

Berdasarkan PUEBI penulisan tersebut kurang tepat. Sebaiknya penulisan menggunakan bahasa Indonesia yakni Segar, Bebas, dan Waifai. Jika ingin menggunakan bahasa Asing, baiknya tulisan dimiringkan. 

Menjadi Fresh, Free dan Wifi.

Lokasi gambar: Jln. Raya Singkawang-Bengkayang

Waktu pengambilan gambar: 20 November 2020

Analisis:

Pada gambar tersebut terdapat penggunaan bahasa asing, yakni Accessories, Second Dan HP.

Berdasarkan PUEBI penulisan tersebut kurang tepat. Sebaiknya penulisan menggunakan bahasa Indonesia yakni Aksesoris, Bekas, Ponsel. Jika ingin menggunakan bahasa Asing, baiknya tulisan dimiringkan. 

Menjadi Accessories, Second dan Hp.

Lokasi gambar: Jln. Veteran

Waktu pengambilan gambar: 20 November 2020

Analisis: 

Pada gambar tersebut terdapat penggunaan bahasa asing, yakni Delicious, Drinks, Coffee, Hot, Call dan Ice.

Berdasarkan PUEBI penulisan tersebut kurang tepat. Sebaiknya penulisan menggunakan bahasa Indonesia yakni Lezat, Minuman, Kopi, Panas, Hubungi dan Es. Jika ingin menggunakan bahasa Asing, baiknya tulisan dimiringkan. 

Menjadi Drinks, Coffee, Hot, Cell dan Ice seperti tulisan Delicious pada gambar tersebut.

Lokasi gambar: Jln. Veteran

Waktu pengambilan gambar: 20 November 2020

Analisis: 

Pada gambar tersebut terdapat penggunaan bahasa asing, yakni Special, Fresh dan Milk.

Berdasarkan PUEBI penulisan tersebut kurang tepat. Sebaiknya penulisan menggunakan bahasa Indonesia yakni Spesial, Segar dan Susu. Jika ingin menggunakan bahasa Asing, baiknya tulisan dimiringkan. 

Menjadi Special, Fresh dan Milk.


Lokasi gambar: Kampung Baru II

Waktu pengambilan gambar: 20 November 2020

Analisis:

Pada gambar tersebut terdapat penggunaan bahasa Asing, yakni Corona.

Berdasarkan PUEBI penulisan tersebut kurang tepat. Sebaiknya penulisan menggunakan bahasa Indonesia yakni Korona. Jika ingin menggunakan bahasa Asing, baiknya tulisan dimiringkan. 

Menjadi Corona.



Senin, 02 November 2020

100 Kosakata Bahasa Ibu: Bahasa Jawa

     Senin, 02 November 2020

     Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kosakata Bahasa Jawa Kampung Baru II, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

1. Koe = Kamu

2. Pintu = Lawang

3. Meja = Meja

4. Klambi = Baju

5. Eneh = Lagi

6. Uwes = Sudah

7. Banyu = Air

8. Kloso = Tikar

9. Golek = Mencari

10. Seko = Dari

11. Ora = Tidak

12. Karo = Dengan

13. Ngopo = Kenapa

14. Iso = Bisa

15. Gelem = Mau

16. Talok = Bertanya

17. Jero = Dalam

18. Neng = Di

19. Duwe = Punya

20. Apik = Bagus

21. Kabeh = Semua

22. Angel = Susah

23. Lali = Lupa

24. Dino = Hari

25. Entok = Dapat

26. Seng = Yang

27. Lemah = Tanah

28. Sikel = Kaki

29. Udan = Hujan

30. Nyelok = Memanggil

31.. Akeh = Banyak

32. Isin = Malu

33. Irong = Hidung

34. Ma'em = Makan

35. Nge'i = Memberi

36. Turu = Tidur

37. Tangi = Bangun

38. Linggeh = Duduk

39. Enggeh = Iya

40. Kerjo = Kerja

41. Ngeleh = Lapar

42. Jendelo = Jendela

43. Sui = Lama

44. Mergo = Karena

45. Sitik = Sedikit

46. Nulong = Menolong

47. Pagi = Idul

48. Jogo = Jaga

49. Awan = Siang

50. Seneng = Suka

51. Kepie = Gimana

52. Gendeng = Gila

53. Watu = Batu

54. Ngombe = Makan

55. Wet = Pohon

56. Moto = Mata

57. Nyekel = Memegang

58. Kewan = Binatang

59. Soblok = Dandang

60. Godong = Daun

61. Biru = Belakang

62. Cilik = Kecil

63. Mudeng = Mengerti

64. Enek = Ada

65. Bengi = Malam

66. Dodol = Jualan

67. Numpak = Menaiki

68. Mlaku = Berjalan

69. Woh = Buah

70. Ireng = Hitam

71. Langgar = Mushola

72. Enteng = Ringan

73. Jukok = Mengambil

74. Kewalek = Terbalik

75. Ngelawan = Melawan

76. Maturnuwun = Terimakasih

77. Saiki = Sekarang

78. Pekso = Paksa

79. Piye = Gimana

80. Mugo = Semoga

81. Metu = Keluar

82. Duet = Uang

83. Haruse = Seharusnya

84. Engko = Nanti

85. Ados = Mandi

86. Diwe'i = Dikasi

87. Nek = Kalau

88. Ku'i = Itu

89. Seko = Dari

90. Kono = Disana

91. Ngarep = Depan

92. Melu = Ikut 

93. Dike'i = Diberi

94. Keren = Berenti

95. Gede = Besar

96.  Gowo = Membawa

97. Jenenge = Namanya

98. Gawe = Membuat

99. Anteng = Tenang

100. Delok = Melihat

     Hi Semuanya...

     Tulisan diatas itu adalah kumpulan kosakata bahasa jawa yang biasa aku pakai dalam sehari hari. Mungkin banyak yang bertanya kenapa anak Kalimantan bisa menggunakan bahasa jawa. Itu semua bisa terjadi karena aku lahir dari keluarga yang bersuku jawa dan bahasa yang pertama ibuku ajarkan adalah bahasa jawa. 

     Nahh karena aku berada dalam lingkungan yang mayoritas bukan orang jawa yang tidak menggunakan bahasa jawa pula jadi bahasa jawaku tidak begitu baik. Benar-benar hanya bahasa keseharian saja.

     Dalam pengumpulan kosakata yang diatas itu aku sedikit kesusahan karena keterbatasan kosakata yang aku tahu. Jadi aku berusaha bertanya pada ibuku dan keluarga ku yang lainnya.  Selain itu, aku juga membuka grup-grup keluarga yang menggunakan bahasa jawa lalu satu persatu ku ketik di laptopku.

     WallahulMuwafiq Ila Aqwamit Thariq.

 Wassalamu'alaikumWarahmatullah Wabarakatuh.

Minggu, 01 November 2020

Aku dan Kampungku: New Village II

November 2, 2020

Assalamualaikum semuanya...

     Hi kembali lagi blog kesayanganku. Di blog kali aku mau cerita tentang aku dan kampungku. Kalian yang udah baca blog aku yang pertama pasti udah tau tentang aku ya..
     Nahhh untuk teman-teman yang belum sempat membaca blog pertamaku tenang saja ya aku akan sedikit mengulang perkenalanku di blog ini ya…
     Namaku Tasbi Khatu Daimah. Aku lahir di salah satu kampung di kabupaten Bengkayang, tepatnya di Kampung Baru II atau biasa ku sebut New Village II ini. Sebuah kampung di ujung kabupaten, jauh dari nuansa kota yang dihuni 500 KK(kepala keluarga). Hidup  dengan beragam suku, budaya dan agama yang cukup membuktikan semboyan bangsa itu benar adanya. 
     Ok lanjut ya.. Masyarakat di kabupaten Bengkayang ini di dominasi oleh  masyarakat dayak yang beragama kristen, tetapi beda halnya dengan kampungku yang nyaris tidak ada suku dayak dan di dominasi oleh suku Jawa dan Melayu.
     Hampir 98% masyarakat di kampungku beragama islam. jadi setiap hari raya islam pasti ada perayaan. Contohnya yang lagi hangat-hangatnya sekarang itu perayaan maulud Nabi SAW. Kami merayakannya dengan menggelar acara di masjid-masjid secara bergantian. Acara itu diisi dengan  sholawatan-shalawatan atau yang akrab dengan sebutan “dibaaan” dan di tambah dengan ceramah dari pemuka agama.
     Kampungku memang belum terlalu maju. Akses jalan yang masih sulit masih menjadi PR dan tenunya pendidikan yang kurang baik sehingga m\enuntut anak-anak di kampungku menempuh pendidikan dengan keluar kampung bahkan keluar kota. Contohnya aku sendiri. Lulus dari sekolah dasar aku memilih untuk menempuh pendidikan di luar kota. Dari sekolah menengah pertama sampai sekolah menengah atas. Dan sekarang aku juga sedang melanjutkan studiku di luar kota. Jadi singkatnya  hidupku itu lebih banyak dihabiskan di luar kota dari pada di kampung kelahiran.
     Mayoritas masyarakat di kampungku berkerja sebagai petani. Baik petani karet, sawit maupun sayuran. Walaupun hanya bertani, alhamdulillah hasilnya bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat disini.
     Di kampung ku nyaris tidak ada destinasi wisata apapun. Yang ada hanya hamparan kebun sawit luas yang di kelola oleh sebuah perusahaan dan beberapa kebun sawit milik warga lainnya. Tetapi bukan berarti kampungku tidak pernah dikunjungi orang luar. Setiap hari orang-orang datang untuk mencari ikan di parit parit perkebunan sawit. Mereka datang dari sebelum subuh sampai menjelang maghrib. Dan tidak luput juga dari pandaganku dan membuatku tidak habis fikir. Mereka yang datang membawa makanan yang terbungkus rapi dalam kemasan lalu meninggalkan bungkus-bungkus itu dimana pun mereka kehendaki. Bukankah itu menunjukkan bahwa masih banyak orang-orang yang tidak cerdas di dunia ini??... Hmm.. Semoga mereka cepat mendapatkan kecerdasaannya ya.
     Oh ya di kampungku ini terdapat sebuah pesantren. Pesantren yang berdiri sejak belasan tahun yang lalu. Dan menariknya lagi pesantren ini di kelola oleh kyai yang berasal dari kampungku juga. Keren yaa… Walaupun belum sebesar pondok pesantren di luar sana tetapi Alhamdulillah pesantren nya masih aktif sampai sekarang. 
     Nah ini foto diambil dari ujung kampungku
     Cukup sampai disini blogku kali ini ya. Terimakasih telah meluangkan waktunya untuk membaca blog kesayanganku ini.

Wallahul Muwafiq Ila Aqwamit Thariq
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

My Friend My Motivator

       Ia adalah seorang perempuan yang cantik dan baik hati, ia adalah temanku. Windy  namanya, terkadang aku memanggilnya Mbak Win, namun ...