Assalamualaikum semuanya...
Hi kembali lagi blog kesayanganku. Di blog kali aku mau cerita tentang aku dan kampungku. Kalian yang udah baca blog aku yang pertama pasti udah tau tentang aku ya..
Nahhh untuk teman-teman yang belum sempat membaca blog pertamaku tenang saja ya aku akan sedikit mengulang perkenalanku di blog ini ya…
Namaku Tasbi Khatu Daimah. Aku lahir di salah satu kampung di kabupaten Bengkayang, tepatnya di Kampung Baru II atau biasa ku sebut New Village II ini. Sebuah kampung di ujung kabupaten, jauh dari nuansa kota yang dihuni 500 KK(kepala keluarga). Hidup dengan beragam suku, budaya dan agama yang cukup membuktikan semboyan bangsa itu benar adanya.
Ok lanjut ya.. Masyarakat di kabupaten Bengkayang ini di dominasi oleh masyarakat dayak yang beragama kristen, tetapi beda halnya dengan kampungku yang nyaris tidak ada suku dayak dan di dominasi oleh suku Jawa dan Melayu.
Hampir 98% masyarakat di kampungku beragama islam. jadi setiap hari raya islam pasti ada perayaan. Contohnya yang lagi hangat-hangatnya sekarang itu perayaan maulud Nabi SAW. Kami merayakannya dengan menggelar acara di masjid-masjid secara bergantian. Acara itu diisi dengan sholawatan-shalawatan atau yang akrab dengan sebutan “dibaaan” dan di tambah dengan ceramah dari pemuka agama.
Kampungku memang belum terlalu maju. Akses jalan yang masih sulit masih menjadi PR dan tenunya pendidikan yang kurang baik sehingga m\enuntut anak-anak di kampungku menempuh pendidikan dengan keluar kampung bahkan keluar kota. Contohnya aku sendiri. Lulus dari sekolah dasar aku memilih untuk menempuh pendidikan di luar kota. Dari sekolah menengah pertama sampai sekolah menengah atas. Dan sekarang aku juga sedang melanjutkan studiku di luar kota. Jadi singkatnya hidupku itu lebih banyak dihabiskan di luar kota dari pada di kampung kelahiran.
Mayoritas masyarakat di kampungku berkerja sebagai petani. Baik petani karet, sawit maupun sayuran. Walaupun hanya bertani, alhamdulillah hasilnya bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat disini.
Di kampung ku nyaris tidak ada destinasi wisata apapun. Yang ada hanya hamparan kebun sawit luas yang di kelola oleh sebuah perusahaan dan beberapa kebun sawit milik warga lainnya. Tetapi bukan berarti kampungku tidak pernah dikunjungi orang luar. Setiap hari orang-orang datang untuk mencari ikan di parit parit perkebunan sawit. Mereka datang dari sebelum subuh sampai menjelang maghrib. Dan tidak luput juga dari pandaganku dan membuatku tidak habis fikir. Mereka yang datang membawa makanan yang terbungkus rapi dalam kemasan lalu meninggalkan bungkus-bungkus itu dimana pun mereka kehendaki. Bukankah itu menunjukkan bahwa masih banyak orang-orang yang tidak cerdas di dunia ini??... Hmm.. Semoga mereka cepat mendapatkan kecerdasaannya ya.
Oh ya di kampungku ini terdapat sebuah pesantren. Pesantren yang berdiri sejak belasan tahun yang lalu. Dan menariknya lagi pesantren ini di kelola oleh kyai yang berasal dari kampungku juga. Keren yaa… Walaupun belum sebesar pondok pesantren di luar sana tetapi Alhamdulillah pesantren nya masih aktif sampai sekarang.
Nah ini foto diambil dari ujung kampungku
Cukup sampai disini blogku kali ini ya. Terimakasih telah meluangkan waktunya untuk membaca blog kesayanganku ini.
Wallahul Muwafiq Ila Aqwamit Thariq
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Tingkatkan lagi kreatifitas nya tasbih, sarannya untuk foto kampung nya kok gak nampak kampung nya hehe
BalasHapusSyukak bangettt
BalasHapus